BERITA  

Pemkab Nagan Raya akan Gelar Ramadhan Fair 2023, Berikut Jadwal dan Lokasinya

Avatar photo

Sebelumnya, beberapa waktu lalu Pj Bupati telah menggelar rapat pertama mewacanakan rencana penyelenggaraan Ramadhan Fair 2023.

Rapat persiapan Ramadhan Fair tersebut dihadiri Sekda Ardimartha, sejumlah Kepala SKPK, perwakilan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan Ketua Baitul Mal Nagan Raya.

Pada kesempatan itu, Pj Bupati Fitriany Farhas, mengatakan, agar pelaksanaan Ramadhan Fair 2023 berlangsung sukses perlu persiapan-persiapan yang matang.

“Dalam rapat lanjutan hari ini kita matangkan persiapannya, seperti membentuk kepanitiaan, schedule acara, mekanisme pelaksanaannya dan lain-lain,” ujar Fitriany.

Dalam arahannya, Pj Bupati berharap agar lokasi pelaksanaan Ramadhan Fair berada diseputaran Masjid Agung Baitul A’la (Masjid Giok).

Menurut Pj Bupati, tujuan penyelenggaraan Ramadhan Fair 2023 sebagai upaya menekan inflasi sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Harapannya, melalui kegiatan itu pelaku usaha bisa menjual berbagai produk kuliner (makanan) berbuka dan barang kebutuhan lebaran, seperti pakaian, bahan kue dan sebagainya.

“Sehingga akan terjadi perputaran uang di Nagan Raya,” sebut Pj Bupati.

Disamping itu, lewat Ramadhan Fair 2023 secara tidak langsung kita ingin mempopulerkan Masjid Giok kebanggaan masyarakat yang telah menjadi sebagai salah satu ikon Kabupaten Nagan Raya.

Kepala Pelaksana BPBD, Irfanda Rinaldi, SSTP.,MSi, selaku pelaksana yang ditunjuk Pj Bupati, menyampaikan, setelah rapat pertama minggu lalu pihaknya sudah melakukan konsultasi dengan Pimpinan MPU dan Pemerintah Gampong Lueng Baro, Kecamatan Suka Makmue.

Dijelaskan, rangkaian kegiatan Ramadhan Fair 2023, antara lain menyediakan lapak bagi pelaku UMKM menjual produk mereka.

Tambahnya, untuk menyemarakkan Ramadhan Fair akan ditampilkan seni budaya Islami, seperti lomba azan, nasyid atau maramis atau rebana, bercerita tentang Islam, ceramah agama Islam, mewarnai, hadrah, marhaban, dan lain-lain.

Kemudian, tambah Irfanda, guna menggerakkan roda perekonomian masyarakat, juga digelar pasar murah.

Lebih lanjut dikatakan, untuk kuliner baru boleh dijual usai Shalat Ashar. “Sedangkan pedagang pakaian atau non kuliner diperbolehkan sejak pagi dan ditutup menjelang Shalat Isya,” pungkas Irfanda.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *