DAERAH  

Bahas Isu Daerah dan Nasional, PEMA UTU Gelar MADILOG

Avatar photo
Presma UTU Wahyu Nurdin Menyerahkan Penghargaan Kepada Rizki Laturrahmi, S.T. demisioner Presiden Mahasiswa UTU Periode 2017/2018 Di Acara MADILOG, Sabtu (15/4/2023) Foto. Ist

Meulaboh, Mjdnewsmedia.com – Pemerintahan mahasiswa Universitas teuku umar (PEMA UTU) Mengadakan kegiatan MADILOG (MAri berDIaLOG) di  BSW Food and Coffe, Desa Gunong Kleng, Kecamatan Meurebo, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu,(15/4/2023).

Dalam kegiatan tersebut Desi Fitriani selaku Menteri Advokasi dan Humas PEMA UTU menyampaikan ‘ MADILOG merupakan kegiatan yang digagas oleh Kementrian Advokasi dan Humas dengan tujuan untuk membahas/berdiskusi terkait isu-isu strategis baik isu nasional maupun daerah.

“Kali ini kami mengangkat tema sudah layakkah UU Ciptaker dalam upaya mensejahterakan buruh?’ Ia juga menyampaikan ribuan terimakasih kepada seluruh pihak yang turut serta menyukseskan acara tersebut. “Ujar Desi kepada media, Sabtu (15/4/2023).

Selanjutnya Presiden Mahasiswa UTU, Wahyu Nurdin  juga menyampaikan harapannya agar kegiatan MADILOG akan semakin banyak masyarakat yang peka terhadap permasalahan di sekitarnya khususnya di kalangan mahasiswa.

“kegiatan ini merupakan suatu terobosan baru dari PEMA UTU. Besar harapan kami dengan kegiatan MADILOG akan semakin banyak masyarakat yang peka terhadap permasalahan di sekitarnya. Sesuai dengan fungsi daripada mahasiswa tersebut, yaitu agent of change dan agent of control dari pemerintah.’ Pungkasnya.

Kegiatan tersebut diisi oleh Rizki Laturrahmi, S.T. yang merupakan demisioner Presiden Mahasiswa UTU Periode 2017/2018.

dalam penyampaiannya Rizki Laturrahmi mengatakan tentu berbeda cara mahasiswa sekarang dengan mahasiswa 98 yang menggaungkan reformasi. Kemudahan dalam mengakses informasi dewasa kini justru seharusnya menjadi pembaharuan dalam pergerakan mahasiswa khususnya dalam mengawal UU Ciptaker ini.

“UU Ciptaker ini adalah yang dulunya berasal dari Omnibus law walaupun pada dasarnya UU ini mempunyai tujuan yang baik namun masih terdapat beberapa kekurangan baik secara penetapannya maupun materinya’.Tegasnya

Rizki Laturrahmi, S. T, menyampaikan bahwa mahasiswa jangan hanya duduk dan diskusi dengan rekan sesama aktivis saja namun juga harus terjun dan mendengarkan secara langsung keluh kesah dari masyarakat.

Kegiatan ini dibuka secara umum dan mengundang mahasiswa secara terbuka untuk berdiskusi sesuai tema kegiatan, yaitu ‘sudah layakkah UU Ciptaker sebagai upaya mensejahterakan buruh?’.Kegiatan ini dihadiri oleh ketua-ketua Lembaga ormawa lingkup UTU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *