DAERAH  

Banjir Di Aceh Barat, Dinkes Imbau Warga Waspadai Penyakit Ini

Avatar photo

Aceh Barat, Mjdnewsmedia.comDinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Barat mengimbau warga untuk mengantisipasi beberapa penyakit yang umum menyerang seiring banjir di beberapa wilayah dalam Kabupaten Setempat. Penyakit tersebut yaitu influenza, demam berdarah, diare, penyakit kulit, dan leptospirosis.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, Syarifah Junaidah, SKM, M.Si mengatakan Banjir yang kerap terjadi memiliki dampak buruk bagi lingkungan. Namun perlu diketahui, banjir juga seringkali memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh seseorang.

“Ketika banjir datang, bahkan setelahnya, berbagai jenis ancaman penyakit menular pun perlu diwaspadai. Sangat penting bagi kita untuk mengetahui penyakit apa saja yang terjadi saat banjir.” Ungkap Syarifah kepada media, Minggu (7/5/2023).

Syarifah Junaidah mengatakan, penyakit leptospirosis harus menjadi perhatian utama warga, khususnya bagi warga yang terdampak banjir. Dia mengungkapkan penyakit itu ditularkan melalui air kencing tikus.

“Leptospirosis adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui kencing tikus, salah satunya melalui banjir,” kata dia.

Penyakit leptospirosis apat masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir, mata, hidung, kulit lecet, dan makanan. Tanda-tandanya seperti diare, batuk hingga demam tinggi.

“Tanda dan gejalanya seperti menggigil, batuk, diare, sakit kepala tiba-tiba, demam tinggi, nyeri otot, hilang nafsu makan, serta mata merah dan iritasi,” ucapnya.

Masyarakat diimbau untuk selalu berperilaku hidup bersih dan sehat dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Mencuci tangan dan kaki serta bagian tubuh lainnya menggunakan sabun harus menjadi rutinitas.

“Khusus bagi warga yang tinggal di daerah terdampak banjir, diimbau menggunakan sepatu dan sarung tangan karet untuk meminimalisasi risiko tertular leptospirosis,” katanya.

“Risiko penyakit DBD dapat ditekan dengan cara menguras bak mandi dan menutup tempat air yang dapat dijadikan sarang nyamuk, memanfaatkan barang-barang bekas, dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk atau yang kita kenal dengan gerakan 3 M,” ucapnya.

Masyarakat diimbau mewaspadai penyakit kulit yang juga kerap muncul di musim hujan. Untuk pencegahan, masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kebersihan pribadi dan lingkungannya.

“Itulah penyakit yang perlu di waspadai bagi seluruh warga Aceh Barat, Karena itu upaya yang harus dilakukan adalah pemberantasan sarang nyamuk dengan pola 3M menguras, menutup, mengubur barang bekas, dan masyarakat perlu memakai alat pelindung kaki guna mencegah penyakit kulit. ,”Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *