HUKRIM  

H. Kamaruddin Minta Polisi Ungkap Kasus Meninggalnya Gadis Woyla Akibat Dugaan Perampokan

Avatar photo

Aceh Barat, mjdnewsmedia.com – H. Kamaruddin meminta pihak kepolisian Polres Aceh Barat mampu mengungkap kasus meninggalnya Noralita (19) akibat korban dugaan perampokan atau kekerasan di jalan Ateung Teupat lintas Meulaboh-Woyla, kawasan Desa Cot Murong, Kecamatan Woyla beberapa hari yang lalu.

Musibah tersebut menyebabkan duka terhadap keluarga korban dan menjadi kekhawatiran masyarakat banyak yang melintas di kawasan Ateung Teupat tersebut jika kasus itu belum mampu diungkap, sehingga juga akan menjadi tanda tanya publik apa hasil penyelidikan polisi.

Korban dugaan Perampokan Noralita dan Lilis Rosmawelli (20) di lintas Meulaboh-Woyla di jalan Ateung Teupat, kawasan Desa Cot Murong terjadi pada, Sabtu (14/10/2023) usai Magrib, dan dari dua wanita tersebut Noralita tak sadarkan sejak itu yang diduga ada kekerasan, hingga korban meninggal dunia pada, Rabu (18/10/2023) di RSU Zainoel Abidin Banda Aceh.

Dua korban Perampokan tersebut sebelumnya dilarikan ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, akibat tidak sadarkan diri atau koma, maka pada, Senin (16/10/2023) dilarikan ke Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda dirawat selama tiga hari penuh, hingga yang bersangkutan meninggal dunia.

“Kita yakin pihak kepolisian pasti mampu mengungkap kasus tersebut, karena hal itu memang ranah dan keahlian kepolisian, sehingga besar harapan peristiwa tersebut bisa cepat terungkap siapa pelakunya,” harap Wakil Ketua II DPRK Aceh Barat, H Kamaruddin kepada media Kamis (19/10/2023).

Sebutkan, kasus yang terjadi tersebut dinilai sangat memprihatinkan, sebab jika tidak terungkap kasus tersebut akan menimbulkan kekhawatiran terhadap masyarakat yang melintas di daerah tersebut akan adanya ancaman yang sama terjadi, baik itu penyamun, perampok, begal atau kejahatan lainnya.

Dengan kejadian tersebut menurut Kamaruddin, tentunya daerah tidak kondusif akibat gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Kita juga meminta pelaku untuk segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian, untuk dapat mempertanggung jawabkan perlakuannya,” harap Kamaruddin.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *