DAERAH  

Hari kedua, Korban Tenggelam Pencarian Kerang di Krueng Meureubo Belum Ditemukan

Avatar photo
Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos Meulaboh, bersama Tim gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap korban tenggelam di sungai Meureubo, Kamis 18 Mai 2023. Foto Mustafa, Menko iNeX PEMA UTU.

Aceh Barat, Mjdnewsmedia.com Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos Meulaboh, bersama Tim gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap korban tenggelam di sungai Meureubo pada Kamis 18 Mai 2023 , Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat.

Diketahui hingga saat ini belom ditemukan, Pencarian terhadap hari Korban Ibnu Hajar (60), ini yang merupakan Warga Gunong Kleng, Kec. Meurebo, Kab. Aceh Barat yang tenggelam pada saat, sedang mencari lokan pada Kamis Siang kemarin hingga saat ini hari kedua belom ditemukan.

Diketahui korban tersebut sedang mencari kerang bersama istri dan anaknya di muara Krueng Meureubo, kemudian korban tenggelam karena memasuki wilayah air yang dalam, korban tersebut diketahui tidak pandai berenang.

Komandan tim Basarnas Pos Meulaboh Suhelmi, menjelaskan memasuki hari kedua pencarian, sejak pagi Tim Basarnas bersama tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan cara membagi 2 Tim.

Baca Juga : Terpeleset, Warga Gunong Kleng Tenggelam Di Krueng Meurebo

“Dalam proses pencarian ini, terbagi menjadi dua tim, satu tim melakukan pencarian ke arah laut, dan satu tim lagi fokus di TKP awal dan juga di darat dengan melakukan penyisiran di pinggir muara” Ungkap Suhelmi.

Proses dalam proses pencarian Tim gabungan mengerahkan dua perahu karet dari BPBD dan Basarnas Aceh Barat serta, satu unit Speed Boat Patroli Polairud Polres Aceh Barat.

Baca Juga : Pemkab Aceh Jaya Terima Penghargaan sebagai Pengelola DAK Fisik dan Penyaluran Dana Desa Terbaik Tahun 2022

Suhelmi juga mengatakan, Tim Sar gabungan tersebut terdiri dari, Basarnas Pos Meulaboh, BPBD, Polair Polres Aceh Barat, Personil Polsek dan Koramil Meureubo, serta RAPI, Tagana, Organisasi Mahasiswa Unit kegiatan Mahasiswa Penanggulangan Kebencanaan (UKMPK-UTU) dan Masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *