DAERAH  

Pemuda Kuta Makmue Kecewa ,Aparat Desa Diduga Tidak Netral dalam Kontestasi Kepemudaan

Avatar photo

Nagan Raya, mjdnewsmedia.com – Pemuda Desa Kuta Makmue,Kecamatan Kuala,Kabupaten Nagan Raya beramai ramai mendatangi kantor Desa Kuta Makmue pada ,Minggu (15/10/2023).

Bukan tanpa alasan,kedatangan para anak muda ini awalnya ingin mengikuti ajang pemilihan Ketua Pemuda berdasarkan hasil musyawarah pemuda dan aparatur desa beberapa waktu lalu,bahwa pemilihan akan dilangsungkan pada tanggal 15 Oktober 2023 yang berlokasi di Kantor desa setempat.

Alasan harus adanya pemilihan secara umum tersebut.Karena para pemuda menilai bahwa jabatan ketua pemuda yang saat ini sudah menjabat kurang lebih selama 17 tahun dan hingga kini tidak pernah digelar pemilihan secara demokrasi itu tidak masuk akal bahkan dinilai cacat administrasi.

Sampainya mereka ke kantor desa ,para pemuda tersebut merasa kecewa terhadap sikap kepala desa dan ketua tuha peut serta panitia.

Wacana pemilihan yang sebelumnya sudah dilakukan sesuai kesepakatan bersama antara pemuda serta aparat desa setempat rupanya telah dibatalkan secara sepihak oleh Kepala desa dan Ketua Tuha Peut dengan selembar surat yang kemudian di tempelkan di sudut sudut desa tanpa melibatkan para pemuda dan dua kandidat yang sudah mendaftarkan diri.

Mengetahui hal itu,Rahmat salah satu pemuda yang juga merupakan bakal calon yang mendaftarkan diri sebagai Ketua Pemuda mengaku sangat kecewa dengan gaya otokratis yang di pertontonkan oleh seorang kepala desa dan ketua tuha peut.

“Kami tidak melakukan kudeta sepihak terhadap ketua pemuda saat ini,yang kami minta hanya perihal peremajaan kembali ketua pemuda yang dilakukan demokrasi kemudian dilibatkan seluruh pemuda Kuta Makmue,”terang Rahmat.

Selain itu ,rahmat juga menerangkan jika adanya dugaan pengangkangan aturan yang dilakukan oleh ketua pemuda saat ini yaitu merangkap jabatan sebagai bendara desa setempat.

“Kita justru juga mempertanyakan aturan apakah dibenarkan aparatur desa tapi juga merangkap jabatan lain di desa yang sama,menurut kami ini tidak etis,”ujarnya.

Hal yang sama juga dipertanyakan oleh Ilhamdi munandar, tanpa sepengetahuannya kepala desa dan tuha peut sudah membatalkan pemilihan tersebut.Padahak Ilham sudah menyelesaikan semua yang menjadi syarat calon ketua pemuda desa tersebut.

“Kalau mereka netral ,harusnya jika ada kendala harusnya mereka memberikan informasi ,libatkan saya juga karena saya juga dirugikan dalam hal ini,”jelasnya.

Tak hanya itu,Ilham mengaku juga mendapat intimidasi dari seseorang di desa tersebut.

“saya di ancam mau dipukul dan dikeluarkan dari desa ini karena saya pendatang ,jika ada perbedaan itu menjadi alasan harusnya itu tertulis,”sambungnya.

Satu persatu pemuda tiba di ruangan kantor keuchik Kuta Makmue.Di dalam ruangan tersebut sudah berada Sekretaris desa yang juga merangkap sebagai ketua panitia pemilihan ketua pemuda desa tersebut.

“Saya memohon maaf kepada anak muda semuanya karena tidak bisa melanjutkan proses selanjutnya lantaran Surat Keputusan (SK) saya selaku ketua Panitia sudah di cabut oleh kepala desa ,karena tidak mempunyai payung hukum lagi maka sudah tidak terlibat dalam kontestasi ini,”begitu terdengar suara dari dalam aula kantor desa tersebut disampaikan oleh Zainuddin.

Saat ditanyai awak media ,zainudin berdalih jika SK pemberhentian yang dikeluarkan kepala desa itu sebelum pengumuman itu keluar ,oleh karena itulah dirinya selaku ketua panitia tidak terlibat dalam surat tersebut.

Media juga sempat melakukan konfirmasi terhadap ketua Pemuda melalui telpon namun tidak dapat tersambung.

Begitu juga saat media berusaha mengkonfirmasi Kepala desa setempat menggunakan telpon ,nomor telponnya aktif namun kepala desa tidak menggubris panggilan dari awak media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *