DAERAH  

Polisi Selidiki Penyebab Mati Ribuan Ikan di Krueng Ineung Nagan Raya

Avatar photo
Kasat Reskrim Polres Nagan Raya AKP Machfud,SH,MM. Ist

Nagan Raya, Mjdnewsmedia.com – Sat Reskrim Polres Nagan Raya, ikut menyelidiki penyebab matinya ribuan ikan di krueng ineung Kecamatan Beutong Nagan Raya.

Sampai saat ini, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan DKPP Kabupaten Nagan Raya, belum diketahui penyebab matinya ikan kerling dan sejenisnya di sepanjang krueng ineung daerah tersebut, sehingga masyarakat berbondong bondong memungut ikan yang terapung di sungai Nagan Raya itu.

Kapolres Nagan Raya AKBP Setiyawan Eko Prasetiya, melalui Kasat Reskrim AKP Machfud, Jum’at (28/4/2023) menyebutkan, untuk mengetahui penyebab mati ribuan ekor ikan itu, pihaknya melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten setempat.

“Meskipun DLH telah mengambil sampel air sungai tersebut, namun hasil Laboratorium yang dikirimkan ke Balai Standarisasi Jasa Industri Banda Aceh, akan diketahui hasilnya 28 hari mendatang, ujar AKP Machfud kepada media, Jum’at (28/4/2023).

Baca Juga : Pj. Bupati Fitriany Farhas Perintah DLH Selidiki Matinya Ribuan Ikan di DAS Beutong Ateuh Banggala

Sejauh ini, berdasarkan hasil koordinasi dengan Kabid Pengawasan DLH, air keruh dan menyebabkan ikan mati itu, belum diketahui penyebabnya, dan harus menunggu hasil uji laboratoriumnya.

Baca Juga : Polres Nagan Raya Telah Periksa 10 Saksi Kasus Penimbunan 2 Ton BBM Bersubsidi

Guna untuk mengetahui penyebab tersebut, Sat Reskrim Polres Nagan Raya, terus melakukan pemantauan terhadap sungai krueng ineung Beutong tersebut.

Baca Juga : Kematian Ribuan Ekor Ikan Di Sungai Beutong Masih Misterius

Sedangkan masyarakat yang mengkonsumsi ikan itu, menurut AKP Machfud, tidak ada dampak apapun, apalagi ada keluhan lainnya.

Untuk itu, AKP Machfud meminta kepada masyarakat, agar tidak mengasumsi yang macam macam atas kejadian itu, dan tunggu saja keluar hasil uji laboratorium dari Banda Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *