DAERAH  

Ratusan Warga Padati Lokasi Kapal Hias Kabupaten Aceh Barat

Avatar photo

Banda Aceh, Mjdnewsmedia.com – Ratusan warga datang memadati lokasi kapal perahu/kapal hias asal kontingen Aceh Barat yang bertema Jalur Rempah.  Selain Aceh Barat, 18 Kabupaten Kota di Aceh juga ikut meramaikan dengan konsep kapal pembawa rempah tempo dulu pada masa-masa lampau.

Kegiatan lomba perahu/kapal hias tersebut bertempat di sungai Krung Aceh, yang berada di bawah jembatan Pante Pirak Kota Banda Aceh, Minggu (5/11/2023).

“Luar biasa penampilan kapal hias yang ikut di PKA 8 tahun 2023, apalagi Aceh Barat dengan desain yang cukup menampilkan Historinya dimasa dulu.” Ujar Iman warga Aceh Barat yang hadir dilokasi Lomba Kapal Hias, Minggu (5/11/2023).

sementara itu, Ketua Kegiatan Kapal Hias Kontingen Aceh Barat Said Azmi pada mengatakan dalam kapal hias tersebut memuat berbagai hasil rempah-rempah yang didapat dari kota Meulaboh yang dijuluki Bumi Teuku Umar Johan Pahlawan.

“Kapal dihias dengan menampilkan maskot/ikon Kabupaten Aceh Barat berupa Tugu Batee Puteh dibagian tengah atas kapal, pada posisi depan di anjungan kapal terlihat sebuah meriam kuno masa kolonial belanda, dan sebuah pinto Aceh yang berukir motif ornament Aceh” tuturnya.

Posisi tengah kapal ditempatkan sebuah panggung berukuran 2×3 meter sebagai tempat melakukan atraksi budaya seurune kale, pada posisi buritan kapal terlihat keranjang-keranjang dan upih (situk pineung) sebagai wadah untuk meletakkan rempah-rempah yang ditempatkan dalam kapal hias yang akan dibawa ke negeri seberang, juga dihiasi dengan peti peninggalan masa belanda.

Sebuah sepeda tua yang menyimbolkan alat transportasi yang digunakan oleh awak kapal yang turun kedaratan untuk melakukan perjalanan ke pedalaman dalam mencari informasi tentang rempah-rempah yang dibutuhkan dan bersilaturahmi dengan masyarakat pribumi.

Tidak sedikit pula sepeda-sepeda tua tersebut dibeli oleh para masyarakat pribumi baik dengan menggunakan uang maupun barter dengan hasil bumi, di beberapa bagian kapal juga ditempatkan layar-layar kapal dan bentuk kapal yang mengilustrasikan kondisi kapal pencari rempah di Bumi Teuku Umar Johan Pahlawan,ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *