DAERAH  

Tak Dibayar Gaji, Puluhan Guru Honorer Tuntut Haknya Ke Disdik Aceh Barat

Avatar photo

Meulaboh, Mjdnewsmedia.com – Puluhan Guru Honorer Diplomat ll (D2) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat menuntut haknya dimana gaji sampai 6 bulan tak kunjung dibayarkan oleh pemerintah.

Diperkirakan ada 23 orang Guru tenaga honorer D2 yang mengajar di TK, SD, dan juga SMP di kabupaten Aceh Barat hingga ke pelosok desa melakukan pengabdian yang kemudian melaporkan kasus tersebut ke Forum Masyarakat Aceh Barat (Format) untuk di minta bantuan.

Diketahui bahwa para guru honorer D2 tersebut diputuskan kontrak secara sepihak yang di duga oleh pihak dinas pendidikan Aceh Barat.

Seorang Guru honorer D2 Sekolah Dasar (SDN Cot Trueng), Sri Malukatul kamis (15/06/2023) mengatakan, dirinya merasa sangat kecewa dengan apa yang terjadi dikarenakan kontrak SK sudah di tanda tangani namun hingga 6 bulan sudah bekerja tak kunjung di bayarkan.

“Kami merasa sangat kecewa dengan apa yang telah terjadi, dikarenakan kami sudah menandatangani SK kontrak kerja pada tanggal 5 bulan 4 namun setelah kami bekerja pihak dinas menyampaikan bahwa tenaga kerja D2 tidak dikontrak lagi,” pungkasnya.

Hal tersebut disampaikan kepada Sri setelah dirinya diperintahkan oleh operator sekolah untuk menjumpai pihak dari dinas pendidikan, setelah dirinya menjumpai pihak dinas pendidikan kabupaten Aceh Barat bahwa gaji dari tenaga honorer D2 tidak dapat di cairkan

“Saya disampaikan oleh operator sekolah bahwa D2 tidak dikontak lagi, karena saya sudah menandatangani kontrak maka saya menjumpai dinas untuk menanyakan hal tersebut, pihak dinas pun membenar hal tersebut namun tidak bisa membayar gaji yang sudah di tandatangani kontrak untuk bulan 1 hingga bulan 11”, tambahnya.

Dirinya sangat menyayangkan bahwa SK yang sudah di tanda tangani untuk dilanjutkan menjadi tenaga guru honorer sampai bulan November nantinya tersebut tidak di cairkan untuk mereka karena sudah bekerja selamat setengah tahun dari kesepakatan penandatanganan kontrak tersebut.

“Kalau memang tidak adalagi guru honorer D2 mengapa dulu harus ada penandatanganan kontrak untuk lanjut mulai bulan Januari hingga November 2023, mengapa dulu tidak di putuskan saja, kalaupun kmu juga sudah diputuskan sekarang kami meminta hak kami bekerja sudah 6 bulan ini agar diberikan,” tegasnya sambil meneteskan airmata.

Disamping itu ketua forum masyarakat Aceh Barat (Format), Rasidin saat dikonfirmasi mengatakan, ada puluhan gurun yang mendatanginya untuk melakukan pengaduan terkait permasalahan tersebut.

“23 guru honorer D2 mendatangi kami guna untuk mengadukan permasalah dari tidak dibayarnya gaji para pekerja yang telah menandatangi SK kontrak kerja pada bulan 4 yang lalu kemudian pihak dinas pendidikan hanya dengan lisan menyampaikan bahwa gaji dari tenaga kontrak tersebut tidak dapat dicairkan,” pungkasnya.

“Maka dari itu kami mendesak pihak dinas pendidikan Kabupaten Aceh Barat untuk segera membayar Gadi para tenaga honorer D2 tersebut. Dimana kita ketahui bahwa saat ini kita sedang kekurangan para guru dengan adanya merekalah pendidikan di Aceh Barat bangkit, sebetulnya mereka diberikan penghargaan bukan penzaliman yang didapatkan,” tegas Rasyidin.

Dalam hal tersebut pula Rasyidin akan terus mengawal kasus tersebut hingga menyampaikan ke pihak kementrian terkait untuk diberikan hak-hak para honorer.

“Kami akan terus memantau permasalah ini agar para guru honorer D2 dapat mendapatkan Anggaran yang sudah di anggarkan tersebut, kami mendesak dinas pendidikan kabupaten Aceh untuk segera memberikan hak mereka, apabila tidak dilakukan nantikan permasalah ini akan kami tindaklanjuti sampak ke Kementrian Pendidikan,” tutupnya

Di waktu yang terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat, Husaini saat di hubungi melalui via WhatsApp (WA) mengatakan, agar pada Senin (19/06/2023) akan menyampaikan perihal tersebut dikarena sedang dalam perjalanan Dinas diluar wilayah.

“Senin nanti jumpai Saya di kantor agar jelas permasalahanya,” balasnya melalui WhatsApp (wa)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *